Kaprodi MPV UAD Dr. Jumintono, M.Pd. (batik coklat) saat menyampaikan materi orientasi bagi mahasiswa baru MPV UAD Angkatan 2 di Meeting Room Kampus 2B Sabtu (18/3/2017).

“Bapak dan Ibu adalah teman kami belajar. Tidak ada yang lebih pinter disini, hanya kami satu langkah lebih maju dari bapak ibu semua,” kalimat itu disampaikan Dr. Jumintono, M.Pd. Kaprodi Magister Pendidikan Vokasi  (MPV) Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (PPS UAD) Yogyakarta saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Orientasi bagi Mahasiswa Baru MPV Angkatan 2.

Orientasi dan Kuliah Perdana MPV UAD diikuti oleh dosen, staf, serta 17 mahasiswa baru MPV Angkatan 2 yang dinyatakan diterima pada Semester Genap 2016/2017 dari 32 pendaftar.

Dr. Joe adalah panggilan Kaprodi MPV yang enerjik ini melanjutkan sambutannya dengan menyampakan visi, misi, tujuan serta sasaran program studi MPV. Berbagai matakuliah wajib maupun pilihan serta dosen pengampunya dia sampaikan dengan sangat gamblang.

“Bapak dan Ibu akan sukses dalam studi kalau serius, fokus. Tirulah Nabi Musa AS yang sangat tawwadu’ untuk berguru pada Nabi Khidr AS. Nabi Musa AS telah mencontohkan tentang salah satu etika dalam menuntut ilmu. Bahwa ilmu harus dicari dari sumbernya . Ia harus didatangi walau jauh tempatnya dan kesulitan  dalam menempuhnya. Dan Nabi Musa mencontohkan bagaimana ia walaupun seorang nabi pilihan (ulul azmi) yang sekaligus pemimpin, siap menempuh suatu perjalanan untuk mencari ilmu,” urai pria yang punya hobby traveling.

Para mahasiswa cukup mengikuti program yang diselenggarakan oleh MPV UAD baik di dalam negeri maupun di Luar Negeri. Berbagai program untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa telah dipersiapkan oleh program studi.

Dosen MPV asal Sragen, Jawa Tengah ini juga menyampaikan bahwa mahasiswa MPV yang memiliki kemampuan bahasa Inggrisnya pas-pasan jangan khawatir, tidak perlu takut ke Luar Negeri. Harus diasah dipersiapkan sejak awal, dengan menjelaskan langkah-langkah yang bisa dilakukan mahasiswa.

Langkah Pertama, setting SMS di hp dengan bahasa Inggris. Memurut Dr. Joe, menulis SMS dengan bahasa Inggris itu lebih simpel, salah langsung ada koreksi. Langkah Kedua, biasakan mendengarkan musik dengan lirik bahasa Inggris. Langkah Ketiga, biasakan komunikasi dengan teman, khususnya sesama mahasiswa MPV, dosen dengan menggunakan bahasa Inggris. SMS atau WA ke saya atau dosen lain kalau tidak menggunakan bahasa Inggris, tidak akan kami jawab. Langkah Keempat, baca literatur berbahasa Inggris dan tulis paper berbahasa Inggris. Presentasikan. Dan pada semester 3, mahasiswa akan dikirim untuk kegiatan ilmiah di Luar Negeri. Boleh sendiri, boleh kelompok. Prodi MPV telah menyiapkan perguruan tinggi partner UAD untuk pelaksanaan program tersebut.

Dr. Joe berpesan agar para mahasiswa studi lanjut di jenjang magister jangan hanya untuk mengejar gelar, tetapi harus diniati dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan, baik dalam penelitian, penguasan bahasa asing, penulisan jurnal ilmiah, perluasan jaringan (peningkatan kerjasama) dan lain-lain.

“Percuma bergelar master, doktor jika kemampuannya rendah. Itu memalukan. Kita bertanggung jawab untuk menyiapkan generasi emas Tahun 2040,”Kaprodi MPV itu mengingatkan. (dans)